14 Oktober 2009

Rahasia Sang Penakluk

Rahasia Sang Penakluk
Kita semua suka bicara, tetapi kadang-kadang kita melupakan bagian yang paling penting dalam sebuah percakapan. Kebanyakan dari kita melewatkan paling sedikit beberapa menit untuk berusaha meningkatkan keahlian bicara kita. Mungkin ini melibatkan sesuatu yang sederhana saat seorang karyawan yang mengatur pemikirannya sebelum dia menemukan Bos. Atau mungkin seperti seorang pria yang sibuk menyusun kata-kata saat akan melamar kekasihnya.
Kita berkeyakinan bahwa bagaimana cara kita bicara sangat penting, tetapi kita sering lupa bahwa aspek lainnya, “kemampuan kita untuk Mendengarkan” mungkin sama pentingnya. Kita sering sibuk memikirkan kalimat-kalimat berikutnya setika orang lain sedang bicara, bukannya mendengarkan dengan cermat kata-katanya yang tepat.
Kalau anda dalam percakapan atau perundingan bisnis, berusahalah menjernihkan pikiran anda dari semua pilihan dan prasangka pribadi yang paling anda sukai. Lalukanlah usaha untuk melihat percakapan dengan pandangan terang. Dengar dari kerangka referensi orang lain. Apa yang dialaminya hari ini ? Bagaimana keadaan emosinya secara umum ?
Dengarkanlah dengan telinga dan mata anda. Faktor-faktor itu akan memainkan peran penting dalam bagaimana cara anda meninjau kata-kata yang sesungguhnya diucapkan.
Mendengarkan dengan baik adalah keahlian yang memerlukan latihan, empati dan perhatian yang sesungguhnya kepada orang lain. Namun imbalannya besar sekali, sebab pendengar yang baik biasanya mempelajari banyak hal dan mempunyai banyak teman.
Seorang kawan yang dijuluki sebagai seorang playboy, saya tanya apa resep rahasianya sehingga dia sangat hebat dalam menaklukkan hati banyak wanita. “Sederhana saja kawan, saat bercakap-cakap dengan mereka ...” katanya lagi ...”Buanglah jauh-jauh kata “Aku” dan gantilah dengan kata “Kamu”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar